Janji Politik VS Kejayaan Maritim Indonesia

Baru sekarang saya merasa bangga menjadi mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan. Indonesia sudah 69 tahun, iya saya baru sekarang bangga dengan identitas ini. terlepas semua pekerjaan yang ada di atas laut terbilang gengsi, namun menjadi ‘kuli’ di atas air asin bukanlah sebuah strata tertinggi. Bahkan sampai saat ini, dibelahan dunia manapun dunia kelautan bukanlah prioritas utama (kecuali ‘mereka’ yang mau menanggung risiko).

13 Desember lalu resmi sudah peringatan hari bersejarah maritim bagi bangsa yang pernah mempunyai kedigdayaan di dunia maritimnya. Sayangnya kebesaran sejarah dan pengabdian Pak Djuanda tak sebanding dengan realita yang ada saat ini. Coba saja kita ketikkan “Peringatan Deklarasi Djuanda”pada laman mesin pencari internet, niscaya sedikit sekali berita yang menghiasi laman tersebut.

Tidak asik kalau tulisan ini hanya opini semata. FYI, Potensi lestari sumberdaya ikan laut Indonesia mencapai 6.25 juta ton per tahun, terdiri dari potensi di perairan wilayah Indonesia sekitar 4.5 juta ton per tahun dan perariran Zona Ekonomi Esklusif sekitar 1.85 juta ton per tahun, demersial 1.8 juta ton, udang 0.07 juta ton, cumi-cumi 0.03 juta ton dan ikan karang 0.07 juta ton. Well, mudahnya keseluruhannya mencapai 82 milyar dollar AS pertahun (Departemen Kelautan dan Perikanan R.I, Jakarta).

Indonesia memiliki banyak keunggulan dalam dunia kelautannya, berikut adalah beberapa alasan yang saya dapat ketika kita mengoptimalisasikan potensi kelautan dan pesisir. Pertama, Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya pesisir pantai dan kelautan, hal ini bisa kita dapatkan dari diversitas dan kuantitas yang ada. Ke dua, Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dalam sektor pembangunan pesisir pantai dan kelautan. Kita bisa mengetahuinya secara geostrategis dengan dikelilinginya kita oleh banyak negara mitra dagang yang potensial; Secara geopolitik, lihatlah pengalaman kita di luar negeri. Bergabungnya Indonesia dalam OPEC,MDG (Millinium Development Goals), PBB, serta masih banyak lagi. Ditambah kondisi politik internal Indonesia yang bisa dibilang cukup stabil, tidakkah ini sebuah anugerah yang terindah?

Ke tiga, Industri di sektor pesisir pantai dan kelautan  memiliki dampak mata rantai keterkaitan (backward and forward linkage) yang erat dengan industri lain. Ke empat, Sumberdaya kelautan dan Perikanan merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui (renewable resources). Ke lima, investasi di sektor kelautan dan perikanan memiliki efisiensi dan daya tenaga kerja yang sangat besar. dan ke enam, pada umumnya industri perikanan dan kelautan adalah industri berbasis sumberdaya lokal dengan input Rupiah dan output Dollar.

Dari beberapa alasan di atas, kenapa masih saja menyepelekan kelautan dan memfokuskan pembangunan hanya pada daratan (landward oriented development) padahal seharusnya pembangunan di tanah air diarahkan secara serentak, serempak, simultan dan proporsional antara daratan dan lautan (landward and seaward oriented development)(Adisasmita, 2013)

2015 adalah titik balik semuanya! Jika kita ingat janji politik pemerintah yang sedang menjabat, maka seharusnya kita bergerak bersama untuk mengawal realisasinya. Poros Maritim! Mengembalikan kedaulatan Maritim Indonesia! Ke semuanya tidak akan bisa terrealisasi dengan baik kalau pembangunan ekonomi kelautan bukanlah prioritas utama.

Kita harus bisa mengartikan pembangunan ekonomi kelautan dengan bijak.  Kalau tahun 1998, kontribusi sektor kelautan mencapai 20.08 persen. Hal tersebut masih sangat jauh dibanding negara-negara yang lautnya lebih kecil dibanding Indonesia, Cina dengan laut yang kurang dari setengah Indonesia mampu berkontribusi 48.40 persen, Korea Selatan 37 persen, dan Jepang 54 persen (Kusumastanto, 2007). Harus ada sebuah usaha untuk meningkatkan ekonomi kelautan. Agar tercipta sebuah lonjakan kapasitas produksi PDB secara nasional dan PDRB secara daerah.

Lagi-lagi, hal tersebut tidak akan berjalan dengan baik apabila penguasa negeri ini tidak ‘memainkan’ perannya dengan baik. Untuk mengembangkan pembangunan ekonomi kelautan diperlukan dukungan tersedianya kebijakan pembangunan kelautan yang terpadu dan komprehensif. Mengingat sektor kelautan adalah sektor yang sangat komprehensif cakupannya, meliputi berbagai sektor. (Sektor Perikanan,Kelautan, Transportasi, Perdagangan, Industri, Keuangan dan Perbankan serta lainnya).

Kebijakan pembangunan kelautan yang diterapkan harus memiliki; 1) Sasaran dan tujuan yang jelas dan terukur, apa yang dicapai dan indikator apa yang digunakan. 2) Instrumen untuk melaksanakannya reliability,acceptability dan implementability. 3) kebijakannya harus bersifat adil, efektif, efisien sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kelautan yang tinggi. 4) Harapannya dapat memperkuat kemandirian masyarakat lokal yang berwawasan masa depan.

Sebagai penutup saya ingin mengajak rekan-rekan pembaca untuk sejenak mendegarkan curahan hati salah seorang Demisioner Presiden BEM salah satu kampus ternama. Ia mengatakan, jika (saya) memegang amanah sebagai Presiden BEM, rasanya Istana Negara sangat dekat untuk digapai, Menteri bukan masalah sulit untuk diajak bicara. Namun sekarang, saya (Demisioner Presiden BEM) bukanlah apa-apa lagi. Rekan-rekan, saya mengajak kalian semua yang masih memiliki jiwa ksatria agent of changeuntuk ikut mengawal janji-janji manis bapak-ibu politisi. Kalau mereka ingin membawa negeri ini menjadi lebih baik, mari kita dukung, mari kita jaga niat tulus dan sucinya. Jangan sampai mereka terlena dengan keadaan dan sistem yang membunuh idealismenya.

Lantas rekan-rekan, curahan salah seorang demisioner aktivis tersebut patutlah kita jadikan sebuah pelajaran. Selagi memegang amanah Tuhan sebagai makhluk yang memiliki (izinkan saya menggunakan istilah)‘strata sosial’ yang tinggi di negara ini. Manfaatkan kesempatan ini, buktikan bahwa amanat rakyat dengan biayanya tak kau siakan. Untuk Indonesia yang lebih baik.

IndonesiaPorosMaritimDunia ?!

Sumber :

–    Pembangunan Ekonomi Maritim (Prof. Dr. H Rahardjo Adisasmita, M.Ec)

–    Growing “Meretas Jalan Kejayaan” (KEMKOMINFO RI)

Advertisements

Apa Benar Engkau Jodohku?

Hiruk pikuk kota mulai terganti oleh seruan pengeras suara. Bacaan Alquran bersahut-sahutan seantero kota. Malam ini, aku sempat berpikir dalam keheningan kamar, apa benar engkau adalah jodoh ku? Ini bukan permasalahan umur. Ini bukan masalah kematangan. Ini juga bukan masalah harta atau kekayaan. Ini adalah masalah separuh agama. Ah mungkin orang mengira aku ini masih terlalu bau kencur untuk membicarakan hal ini.

Aku sempat teringat sepenggal kata yang cukup mengganggu pikiran. Izinkan aku untuk menulisnya untuk kalian,

“ Allah mempertemukan untuk satu alasan. Entah untuk belajar atau mengajarkan. Entah hanya untuk sesaaat atau selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya sekedarnya. Akan tetapi tetaplah menjadi yang terbaik di waktu tersebut. Lakukanlah dengan tulus, meski tidak menjadi seperti apa yang diinginkan. Tidak ada yang sia-sia. KARENA ALLAH YANG MEMPERTEMUKAN”

 

Continue reading Apa Benar Engkau Jodohku?

Belajar Karakter Kepemimpinan dengan Bermain Bola

Mau upload hasil tulisan lagi nih.

Ya, meskipun ini sudah lama. Kalian akan tahu lah dengan sendirinya saya itu menulis masih mengikuti mood he he. Mohon Sarannya yaa untuk perkembangan saya juga 

 

Kepemimpinan itu adalah hal yang langka. Langka kalau kepemimpinannya sesuai dengan harapan masyrakat, langka jika kepemimpinan itu lebih condong terhadap masyrakat luas. Susah sekali kita mendapatkan karakter pemimpin yang amanah di negeri ini, mereka terlihat sibuk dengan urusan politik masing-masing, bahkan tidak jarang ada yang sibuk dengan koceknya. Lalu sampai kapan kita terus menunggu lahirnya Soekarno lain di negeri ini?!

Berbicara masalah kepemimpinan, tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Seorang pemimpin yang sesungguhnya adalah mereka yang terlahir dari situasi genting, bukan lahir karena kemauan sendiri ataupun karena ada kesempatan untuk berkuasa. Pemimpin yang ideal saat ini sangat sulit ditemui. Saya tidak menjustifikasi wakil rakyat kita di Senayan semuanya tidak cinta terhadap Indonesia. Masih banyak dari mereka yang mau memberi kontribusi lebihnya untuk bunda pertiwi. Namun, mungkin mereka sedikit melupakan karakter pemimpin  seperti apa sih yang dibutuhkan saat ini. Dan berbicara masalah karakter atau jiwa pemimpin ada satu hal yang mau saya sampaikan di sini.

Continue reading Belajar Karakter Kepemimpinan dengan Bermain Bola

It’s all about Tukang Becak

Pastinya tahu kan, tukang becak yang mana? Saya punya beberapa pengalaman buruk nih tentang tukang becak. Padahal sebenernya sih kasihan ya liat tukang becak, udah capek bawa becaknya, dibayarnya gak seberapa, eh tapi ada aja yang bikin nyebelin, meskipun gak semuanya sih. Ceritanya itu bermula di Malioboro guys, bukan nama rokok ya dan bukan promosi juga. Ini asli Cuma mau cerita aja.

Continue reading It’s all about Tukang Becak

Kearifan Lokal Okinawa

Malam kawan, bingung ya? Ehm kebetulan saya bikin tulisan ini jam 12.39 AM WIB. Mau menepati janji aja nih, terkadang untuk meraih mimpi, kita harus berani tegas dengan diri kita, karena kalau gak kehidupan lah yang akan keras sama kita. Ngomong-ngomong masalah keras, ada negara yang keras dengan peraturan tapi sangat mengedepankan nilai kemanusiaan dengan menghormati dan memberi fasilitas bagi mereka yang memiliki kekurangan

Continue reading Kearifan Lokal Okinawa

Sorry for waiting

Sudah lama ya tidak nge-post sesuatu disini. pengin menyelesaikan postingan saya tentang okinawa gaan. tapi sabar yaaa. akan ada waktunya kook.

just wait for a moment yaaa. 

saya lagi nyelesaikan tugas rencana garis dulu hehe

ini bagi foto aja dulu deh, ini bakalan saya ceritakan nanti hehe 

 

Salam Hangat,

Pandu Heru Satrio

 

Tugas ETOS (Press Release)

Assalamualaikum, 
kali ini saya harus nge-share tugas saya nih. bukan Kalkulus sih apalagi fisdas. cuma mau share aja tentang Press Release yang saya buat. harapannya nanti bisa muncul di http://www.beastudiindonesia.net amiin amiin.

Image

Check it out

      Press Release
Perjalanan di Okinawa

Jakarta,  20 Nopember 2013. Alhamdulillah saya diberi kesempatan Allah untuk bisa merasakan indahnya negeri sakura secara langsung. Ya, dalam kesempatan kali itu, saya mengikuti International Scientific Conference on Engineering and Applied Sciences (ISCEAS) yang diadakan oleh sebuah lembaga international yakni Higher Education Forum di Okinawa, Japan. Perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saya terbang harus transit dahulu di taipei. Perjalanannya cukup memakan waktu cukup lama. Berangkat dari Jakarta pada pukul 14.40 WIB dan sampai di Taipei pada jam 20.55 WIB alias 21.55 waktu setempat.

Continue reading Tugas ETOS (Press Release)

this is the little part of my life

%d bloggers like this: