wildan? adilkah hukumanmu??

Wildan Peretas Situs SBY

Kronologi

Wildan Yani Ashari alias Yayan

 

tak ubahnya mereka yang memiliki hobi menggunakan kecanggihan teknologi informasi. Pemuda kelahiran Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 18 Juni 1992, itu biasa menyalurkan kemampuannya di Warung Internet (Warnet) Surya.Com di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Jember.

Bermodalkan perangkat komputer billing yang biasa digunakannya sebagai penerima bayaran dari para pengguna internet, Wildan yang menggunakan nickname MJL007 mulai mengutak-atik laman http://www.jatirejanetwork.com dengan IP address 210.247.249.58. Laman http://www.jatirejanetwork.com yang dikelola Eman Sulaiman bergerak di bidang jasa pelayanan domain hosting. Wildan yang biasa dipanggil Yayan mencari celah keamanan di laman itu. Kemudian melakukan SQL Injection, Wildan lantas menanamkan backdoor berupa tools (software) berbasiskan bahasa pemrograman PHP yang bernama wso.php (web sell by orb). Dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi, dengan mekanisme backdoor yang ditanamkannya, hacker bisa melakukan compromise, yakni melakukan bypass atau menerobos sistem keamanan komputer yang diserang tanpa diketahui oleh pemiliknya. Wildan pun mengutak-atik laman http://www.techscape.co.id yang memiliki IP address 202.155.61.121 dan menemukan celah keamanan. Wildan berhasil meretas server yang dikelola CV Techscape itu dan memasuki aplikasi WebHost Manager Complete Solution (WMCS) pada direktori my.techscape.co.id.

Pada November 2012, Wildan mulai mengakses laman http://www.jatirejanetwork.com yang telah diretasnya. Menjalankan aplikasi backdoor yang telah dia tanam sebelumnya, Wildan menggunakan perintah command linux: cat/home/tech/www/my/configuration/.php, hingga akhirnya berhasil mendapatkan username dan kata kunci dari basis data WHMCS yang dikelola CV. Techscape.

Setelah itu, dia menjalankan program WHMKiller dari laman http://www.jatirejanetwork.com untuk mendapat username dan kata kunci dari setiap domain name yang ada. Dia pun memilih domain dengan username: root, dan password: b4p4kg4nt3ngTIGA dengan port number: 2086.

Dengan username dan kata kunci tersebut, Wildan lantas menanamkan pula backdoor di server http://www.techscape.co.id, pada pukul 04.58.31 WIB pada 16 November 2012. Agar backdoor tersebut tidak diketahui admin, Wildan merubah nama tools menjadi domain.php dan ditempatkan pada subdirektori my.techscape.co.id/feeds/, sehingga Wildan bisa leluasa mengakses server http://www.techscape.com melalui URL: my.techscape.co.id/feeds/domain.php.

Kemudian pada 8 Januari 2013 Wildan mengakses laman http://www.enom.com sebuah laman yang merupakan domain registrar www. techscape.co.id, hingga berhasil melakukan log in ke akun techscape di domain registrar eNom. Inc yang bermarkas di Amerika Serikat. Dari situlah Wildan mendapatkan informasi tentang Domain Name Server (DNS) laman http://www.presidensby.info.

Setidaknya ada empat informasi penting berupa data Administrative Domain/Nameserver yang dia dapatkan dari laman pribadi Presiden SBY itu, yakni Sahi7879.earth.orderbox-dns.com, Sahi7876.mars.orderbox-dns.com, Sahi7879.venus.orderbox-dns.com, dan Sahi7876.mercuri.orderbox-dns.com.

Wildan lantas mengubah keempat data tersebut menjadi id1.jatirejanetwork.com dan id2.jatirejanetwork.com. Selanjutnya pada pukul 22.45 WIB, Wildan menggunakan akun tersebut (lewat WHM jatirejanetwork), sehingga dapat membuat akun domain http://www.presidensby.info dan menempatkan sebuah file HTML Jember Hacker Team pada server http://www.jaterjahost.com. “Sehingga ketika pemilik user internet tidak dapat mengakses laman http://www.presidensby.info yang sebenarnya, akan tetapi yang terakses adalah tampilan file HTML Jember Hacker Team,” ujar Lusiana pula.

Undang-undang yang di langgar

Dalam dokumen surat perintah penahanan, Wildan dinyatakan melanggar Pasal 50 juncto Pasal 22 huruf b Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Wildan yang berusia 20 tahun terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 600 juta.

Lelaki kelahiran 18 Juni 1992 itu juga dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Serangkaian pasal itu mengancam Wildan dengan hukuman penjara 6-10 tahun penjara serta denda mencapai Rp 5 miliar.

Dari Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementrian Kominfo Gatot S Dewa Broto beliau mengatakan , kalau Wildan melanggar pasal 35 YY ITE no.11/2008 , karena orang yang dimaksud (wildan) telah dianggap dengansengaja dan tanpa hak memanipulasi, merubah,merusak dan lainnya, dan juga ancaman siatur si pasal 51 ayat 1 maksimal penjara 12 tahun penjara dan denda maksimal 12 Milyar.

 

Pro dan Kontra Kasus Wildan

Setiap kasus pasti memiliki sisi pro dan sisi kontra nya, begitupun kasus Wildan Si Peretas Situs SBY ini, ancaman demi ancaman muncul satu persatu hingga kini yang paling terbaru anak yang lulus dari SMK ini terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda 6 milyar. Dari sisi Pro nya, memang bagus kasus ini ditangani dengan cepat dan tanggap oleh pihak yang berwajib dan sudah sepatutnya lah orang-orang seperti wildan ini ditangani oleh pihak yang berwajib agar ulah nya bisa dibatasi dan bisa juga digunakan untuk hal yang lebih baik dan berguna lagi. Namun kalau dilihat dari sisi kontra nya , banyak kejanggalan yang terjadi apabila wildan yang kasusnya hanya merugikan sekedar “situs” yang bisa diperbaiki dibanding dengan Angelina Sondakh yang kasusnya menimbulkan efek yang lebih besar yaitu korupsi yang notabennya pasti merugikan banyak orang hanya divonis penjara 4,5 tahun sangatlah tidak adail apabila si Wildan ini divonis maksimal 12 tahun penjara, juga apabila diteliti lebih dalam lagi dari denda yang dibayarkan wildan kelak yaitu sebesar 6 milyar, sangatlah tidak etis mengingat wildan hanyalah seorang penjaga warnet yang keahliannya seharusnya dibina bukan malah dijebloskan ke penjara dan diancam hukuman semaksimal-maksimalnya.

Memang, Wildan telah melanggar undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik tapi justru sepatutnya pemerinta berterimakasih pada wildan karena berkat ulah si Wildan ini, pemerintah dapat mengetahui titik lemah dari situs Presiden SBY, dan menurut kamu hukuman yang paling tepat ialah tidak seperti itu, bibit-bibit seperti ini harus dibina dan dijaga potensinya jangan sampai ada orang yang salah menggunakan kemampuan dari hacker seperti dia.

Jadi kesimpulan dari kelompok kami ialah kasus seperti ini memang harus ditindak secara hukum uyang berlaku namun akan lebih cerdas lagi jika pemerintah menghukum ia dengan mempekerjakan dia di institusi atau dididik lebih dalam lagi agar ia bisa menggunakan kemampuannya itu dengan bijaksana, bukan malah dengan memenjarakan ia karena kelak kalau ia keluar dari penjara bukan pelajaran yang didapatkan justru suatu pemikiran bahwa ia harus membalas dendam lebih dari yang ia pernah lakukan,siapa yang mengetahui bukan jadi lebih baik dibina dari pada dipenjara.

 

 

 

Sumber:

–          http://alfredoelectroboy3.wordpress.com/2013/04/13/kronologi-dan-cara-wildan-menyerang-website-sby/

–          http://www.tempo.co/read/news/2013/04/11/063472616/Peretas-Situs-SBY-Disidang-Tanpa-Pengacara

–          http://wahyudipoaji.blogspot.com/2013/05/wildan-si-pembobol-situs-sby_4.html

–          http://majalahict.com/berita-106-ancaman-hukuman-terhadap-wildan-dianggap-lebih-berat-daripada-koruptor.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s