Berbakti Yuk Kepada Our Parents

     Sore itu Jakarta lagi dingin-dinginnya, angin kencang nan sejukpun tak luput membuat gue makin mengeratkan jaket yang terkait di badan ini. Adzan terdengar  berkumandang bersaut-sautan dan  gue putuskan untuk berhenti dari aktifitas sesaat untuk kemudian melanjutkan pergi bersama ibu. Ya, sore itu gue sudah menyiapakan suatu rencana untuk menghabiskan liburan bersama Ibu. Liburan kali ini, mau gue habiskan untuk beliau, karena memang satu semester kebelakang, waktu gue selalu terbuang untuk aktifitas kuliah, dan inilah saatnya untuk birrul walidain, hoho.

Seusai melaksanakan Sholat, gue pun berkemas untuk segera pergi, bukan tempat rekreasi ataupun tempat yang elite yang akan kami tuju, hanya tempat perbelanjaan namun di sinilah kita bisa melakukan kewajiban kita sebagai anak.

Liburan kali ini gak mau gue sia-siakan, sadar sebagai mahasiswa yang ‘mencoba aktif’, bukanlah hal yang mudah untuk menyisihkan waktu bersama orang tua seperti ini, waktu seperti inilah yang bisa digunakan dengan baik oleh seorang anak yang mencoba berbakti kepada orang tuanya. Dan lagi-lagi, hawa dingin yang menyelimuti jakarta kali ini makin  membuat gue kian merinding kedinginan. Sore itu, gue putuskan untuk menggunakan angkutan umum, karena sudah cukup lama rasanya tidak menggunakan angkutan umum ibukota yang selalu membuat hati ini ‘terkesima’.

 

Ada hal yang gue coba tiru dari kakak tingkat gue di kampus, dia juga berasal dari Jakarta dan satu SMA, setiap dia dari Jakarta, dia selalu mengatakan “waktu bersama keluarga adalah waktu yang harus dimaanfaatkan dengan optimal, seringnya sih gue belanja ama nyokap. Ya family time lah.” Hal tersebutlah yang gue tiru, berniat untuk membahagiakan hati nyokap, selama di Jakarta, gak ada salahnya kan  mencoba untuk melakukan hal tersebut, namun, bukan belanja nya yang perlu di gasir bawahi melainkan kebersamaan dengan ibu-lah yang jauh lebih penting.

Selama perjalanan, tidak sedikit pun gue biarkan ibu merasa lelah dan gak berniat untuk kembali jalan-jalan lagi bersama gue. Segala usaha gue lakukan, asal gue bisa melihat ibu tersenyum manis dan happy, that’s enough for me. Dan satu lagi, sebagai mahasiswa yang mempunyai waktu yang banyak untuk menuntut ilmu, sudah kewajiban pula untuk kita, memberi tahu ilmu yang didapat terutama tentang agama nih. Tidak dapat dipungkiri, alasan umur membuat sebagian orang tua enggan untuk menuntut ilmu jauh lebih dalam, terutama sih  tentang agama. Dan sebetulnya disinilah seharusnya kita bertindak. Kita bisa menyelipkan tindakan yang paling tidak, bisa membuat orang tua kita sadar kalau selama ini apa yang mereka lakukan itu kurang benar menurut agama *eits gaya bet*. Dan hal itu pula yang gue coba lakukan selama perjalanan sore yang sejuk itu di Jakarta. *jarang-jarang loh*

Satu yang harus kita ketahui, memberi tahu orang tua sangatlkah berbeda dengan memberi tahu kawan sebaya kita. Memang, kita harus lebih menarik napas panjang akan hal tersebut, namun jika kita berhasil, insya Allah ampunan dan Rahmat Allah sangatlah luas bagi mereka yang berbakti kepada orang tua.*AMIIN*.

Jika kita tidak sabar, apa yang kita niatkan untuk mencari Ridho Allah hanya akan sia-sia, bahkan bisa menjadi dosa bagi kita apabila tanpa sengaja kita menyakiti hati mereka.*ati-ati tuhh*

Sesampainya di pusat perbelanjaan itu, kami langsung menuju ke ATM. Satu hal disini, sebagai muslim kita haruslah “kaya”. Jangan mau menjadi orang dhuafa yang diinjak-injak haraga dirinya oleh ‘mereka’.Justru dengan rezeki yang cukup, kita bisa menginfakan harta kita di Jalan-Nya dan dengan harta yang cukup pula jalan ‘tujuan’ kita bisa menjadi lebih mudah, karena kita mempunyai pengaruh di daerah dimana kita berada. Namun yang harus kita ketahui, jangan karena kita mempunyai materi, kita jadi makin lupa akan kewajiban kita, justru orang yang mempunyai harta lebih inilah akan dimintai pertanggung jawaban yang lebih atas harta mereka.

Balik lagi nih, sebenarnya tujuan utama kami adalah tempat perbelanjaan, disinilah kita dapat mengajak kepada sesuatu yang positif, paling tidak kepada keluarga kita. Ya, menjadi anak yang sholeh sudah barang tentu diharapkan oleh orang tua kita. Dalam doanya, bukan hal yang mustahil, setiap saat mereka mendoakan kita untuk kebaikan dan pastinya menjadi anak sholeh. Sekarang, doa itu bisa kita aplikasikan dengan membimbing mereka menuju jalan yang lebih baik lagi.*nyengir kuda*.

 Disaat belanja salah satunya, bisa kita lakukan hal tersebut loch. Disaat ibu kita sedang asyik memilah jilbab, kita beri saran untuk memilih yang menutupi auratnya sampai dada mereka, dan saat membeli celana panjang usahakan untuk membeli rok yang bisa menutupi lekuk tubuh mereka, karena di zaman Rasul saw *duh berat banget*, muslimah waktu itu sangat menutup aurat mereka kecuali untuk suami mereka dan mahram mereka.

Memang tidak secara sekaligus kita bisa mengajak terhadap kebaikan kepada orang tua kita, paling tidak sebagai anak yang di harapakan menjadi anak sholeh itu, kita telah membutktikan nya dan hari-hari selanjutnya, kita harus lebih giat lagi, untuk menyeru ke arah yang lebih baik lagi terhadap orang tua kita.*gak susah kan?*

Ayoo kawan, sudahkah kita berusaha mengingatkan hal ini kepada keluarga kita? Sebagai seorang manusia yang penuh akan rasa khilaf, sudah selayaknya-lah kita saling mengingatkan. Insya Allah semoga kita termasuk anak yang Sholeh/ah, agar kelak pula Allah memasukkan kita kedalam golongan yang mendapat pertolongan dan naungan-Nya di yaumul qiyamah kelak.

Amiin ya Rabbal alamin.

Jangan tunggu apa-apa lagi, ayoo mulai yuk mengajak ke arah kebaikan terhadap keluarga kita, atleast keluarga dululah sebelum orang banyak hehe.

Udah dulu yaa, semoga bermanfaat untuk kita semua.

 

3 thoughts on “Berbakti Yuk Kepada Our Parents”

  1. mahasiswa rantau itu memeng harus kaya gitu ya brother. saat di rumah no jarkom rapat and bla bla bla segala macemnnya. saat di rumah ya memang kudu buat kelauarga. hahahahahaha.

    tapi main ama temen2 boleh laaah.
    kapan kita bultangan lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s