Lanjutan “Lelaki Paruh Baya”

Lelaki Paruh Baya

Kemarin Hutang banyak ya gak nge-post. Makanya sekarang harus sering-sering nge-post nih. semoga bisa cepat kelar deh, dan selamat menikmati.

Tidak jauh dari tempat duduk saya, terlihat seorang lelaki paruh baya yang sepertinya kalau dilihat sesaat kakek ini berkebangsaan China. Ya, terlihat memang dari wajahnya yang agak memutih seperti orang China kebanyakan di pesawat itu. Suatu waktu, kakek ini sedang melintas di dekat saya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba ia duduk di depan kursi saya. Dari cara duduknya sih terlihat kalau kakek ini tidak kuat berlama-lama berdiri. Memang umurnya sudah sangat membuat prihatin. Dan yang membuat saya prihatin lagi, kenapa kakek ini begitu berani untuk berangkat dari Jakarta-Taipei sendirian.

Kakek itu, terlihat sedang mencari sesuatu yang hilang. Ia seperti kehilangan barang yang sangat berharga. Sampai-sampai ia memaksakan untuk mengangkat dirinya meskipun itu terlihat sangat sulit baginya. Saya tidak tega melihat beliau seperti itu, dan saya coba menanyakan kepada beliau menggunakan bahasa inggris. Karena memang saya tidak mengerti sama sekali bahasa mandarin.

S : ‘ what are looking for, Sir?”

K : ‘ Bo.. arding Pass’ jawab si kakek dengan terbata-bata dan lemah

                Tanpa pikir panjang, saya coba membantu mencarikan boarding pass kakek tersebut, nampaknya terjatuh dibawah kakinya, dan itu tidaklah sulit bagi saya untuk menemukan hal itu. Karena memang beliau sangat dekat dengan saya tempat duduknya. Setelah saya usahakan mencari, dibalik sepatunya bahkan sampai sisi dekat bangkunya, ternyata saya tidak menemukan sama sekali boarding pass yang terjatuh. Pertanyaan saya satu. Apakah kakek ini benar menjatuhkan boarding passnya? Atau kakek ini lupa menyimpannya dimana.

                S : ‘ Nothing Sir, I can not find anything there’

Kakek tua ini masih sibuk mencari boarding passnya. Entah karena beliau tidak mengerti apa yang saya ucapkan, atau karena saya yang tidak terlalu jelas mengucapkan ungkapan itu. Biarlah, yang penting saya sudah berusaha membantu. Satu hal yang saya heran, kakek ini memiliki paspor bertulisana Canada. Tapi ketika beliau berbicara dengan saya, dia bilang “gak ada ya?” looh?! Apa bahasa China ada kata “gak ada ya?”. Tak lama setelah saya membantu kakek ini, datang lah pramugari untuk membantu. Syukurlah karena kakek ini akan ada yang membantu, dan saya bisa kembali fokus baca buku. Ya, saya sudah janji untuk menghabiskan buku bacaan yang saya bawa, semoga sih itu benar-benar terjadi. Pesawat ini bertujuan ke Taiwan Taioyouan International airport *kalo gak salah*. Pengalaman pertama kali yang pastinya hal ini akan saya share dengan anak saya kelak. 

2 thoughts on “Lanjutan “Lelaki Paruh Baya””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s