Still Day 1 (lanjutannya niih)

Dredeg bin Gemeteran

                Pengalaman pertama? Ya, pasti ini pengalaman pertama saya naik pesawat dari bandara kebanggan warga jakarta ini. Pun, ini pertama kali juga buat saya untuk pergi ke luar negeri. Asli, ini benar-benar bikin saya deg-degan. Gak bisa bayangin nanti disana saya tinggal nya amankah? Bagaimana dengan makannya? Saya seorang muslim yang memperhatikan kehalalan suatu makanan. Dan bagaimana dengan orang disana? Akankah mereka friendly? Tetapi hal ini tidak mungkin saya tunjukkan di depan ibu saya, nantinya malah menimbulkan kegundahan dihati beliau. Bismillah. Saya beranikan diri berkelana di Negeri Sakura. Negeri dimana banyak penemuan ditemukan dan negeri dimana bunga terindah di bumi ini berada. Tak mau ambil pusing, aku coba mengambil sesuatu yang enak nya saja. Tidak peduli apakah aku nanti disana bisa hidup dengan damai atau tidak. InsyaAllah dengan tekad dan doa ibuku, aku akan bertahan disana. Waktu menunjukan sudah jam 12.40 WIB, itu berarti saya harus boarding, agar tidak telat. Ini masih di Indonesia, saya harus bisa tenang, harus bisa menguasai diri sendiri.

                Alhamdulillah, semua proses boarding sudah selesai, dan ini berarti giliran saya untuk masuk ke ruang tunggu dan pemeriksaan imigrasi. Semuanya pun berajalan dengan lancar, selancar mengendarai sepeda di jalanan Jakarta saat jam 23.00 WIB. Dalam proses penungguan di ruang tunggu. Saya cukup bahagia, dikarenakan sebentar lagi saya akan meninggalkan negeri ini dan menuju ke negeri yang baru.  Meskipun tidak lama. Tapi saya yakin, kenangan nanti akan sangat berharga sekali untuk saya share bersama teman-teman lainnya. Di ruang tunggu saya juga bertemu dengan segerombolan orang dari Indonesia. Ketika saya tanya mau kemana mereka. Salah satu diantara mereka menjawab mau ke Taiwan untuk bekerja. Ehm apa mereka ini TKI ya? Dalam hatiku selalu terbesit, kasihan ya mereka yang mau bekerja sebagai TKI. Kalau majikan mereka disana baik? Kalau tidak, kan nanti kalau berbuat kesalahan pasti disiksa. Begitu bukan yang sering kita lihat di berita lokal? Yasudah saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin saya hanya bisa mendoakan saja untuk keselamatan mereka, agar mereka sang pahlawan devisa itu bisa kembali lagi dengan selamat ke negeri yang telah membesarkannya.

Jadwal penerbangan sesaat lagi akan berlangsung, entah karena nervous atau gugup *bedanya apa?*, saya harus keluar masuk ke kamar mandi sebanyak 3 kali. Padahal itu dalam waktu kurang dari sejam. Semoga saja kegugupan ini tidak aku rasakan saat nanti di pesawat. Gak lucu kan, kalau di pesawat dalam waktu kurang dari satu jam, kerjaan saya Cuma bolak-balik kamar mandi.

Pesawatnya Mantap!

Sesampai di dalam pesawat, awalnya terkejut sih. Pesawatnya berjenis Airbus yang membawa banyak penumpang. Kebetulan saya ingat, saya duduk di bangku 19 K. Dekat dengan jendela, persis dengan pesan kakak saya, untuk duduk di dekat jendela, katanya sih biar bisa liat pemandangan bagus, tapi kan nanti saya di udara sampai malam, malam bisa liat apa? -_-

Pramugari terlihat sedang sibuk sekali menyiapkan dan melayani penumpang. Tak banyak dari mereka yang masih belia, mungkin umurnya masih 25 an. Yang jelas gak mungkin mereka itu seumuran dengan saya, karena saya masih dibawah umur he he. Satu pertanyaan yang mungkin orang juga pikirkan tentang pramugari. Apa pramugari itu harus cantik ya? Kalo yang kurang cantik a.k.a tidak begitu enak dipandang, itu tidak bisa jadi pramugari? Kasian dong ya.

Saya duduk sendiri di kursi yang harusnya berdua. Di bagian belakang saya banyak sekali teman-tema dari Indonesia. Tapi mereka itu adalah TKI, andai saja mereka enak diajak ngobrol, pastinya saya gak bakal kesepian gini. Oiya, seharusnya saya memang berangkat berdua. Bersama kenalan saya, dia kuliah di Universitas Indonesia (UI). Namun, ia tidak bisa berangkat hari ini bersama saya, karena masalah visa yang masih menjadi hambatannya. Alhamdulillah saya merasa dimudahkan sekali oleh Allah. Padahal saya juga banyak yang kurang, tapi gak tau kenapa visa nya bisa jadi dalam waktu yang sesuai dengan yang ditentukan. Subhanallah. Kasian sih sama teman saya yang dari UI ini. harunsya kita bisa merasakan perjalanan bersama ke negeri para ninja. Tapi dia harus menundanya terlebih dahulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s